Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hebatnya 9 Keutamaan Bulan Ramadhan dan Ibadah Puasa


    Bulan Ramadhan 1442 hijriah sudah berjalan beberapa hari. Semangat untuk beribadah mungkin masih membara. Namun, tidak dipungkiri jika semangat tersebut bisa saja menurun seiring waktu. Agar niat untuk beribadah terpelihara, sebaiknya Anda memahami keutamaan bulan Ramadhan.


Keutamaan Bulan Ramadhan


    Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia. Maka, tak heran jika bulan tersebut memiliki keutamaan. Dilansir dari Rumaysho, berikut ini merupakan beberapa keutamaan Ramadhan.


  1. Al Quran Turun di Bulan Ramadhan


Allah SWT berfirman,


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ


“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)


Saat menafsirkan ayat di atas, Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Allah SWT memuji bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan yang lain. Sebab, bulan ini dipilih menjadi waktu di mana Al Quran diturunkan, sebagaimana kitab ilahiyah lain juga diturunkan pada bulan ini.


Maka dari itu, pantas saja Ramadhan menjadi bulan yang mulia, di mana ibadah puasa wajib dilaksanakan.


  1. Bulan Ramadhan Menjadi Salah Satu Waktu Doa Dikabulkan


Nabi Muhammad SAW bersabda,


ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ


“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (HR. Tirmidzi)


Menurut An Nawawi, hadis di atas menyebutkan bahwa hukumnya sunnah jika orang yang sedang berpuasa memanjatkan doa sejak awal berpuasa sebab Ramadhan adalah salah satu bulan mustajab untuk berdoa.


Doa tersebut hendaknya ia tujukan untuk urusan akhirat dan dunia, sesuatu yang disukai, dan berdoa untuk saudara muslim lainnya.


  1. Malam Penuh Kemuliaan Ada di Bulan Ramadhan


Keutamaan bulan Ramadhan selanjutnya adalah adanya lailatul qadar atau malam diturunkannya Al Quran di dalamnya. Keutamaan malam tersebut yaitu lebih baik daripada seribu bulan. Malam lailatul qadar, malam yang sangat mulia, terjadi pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.


Allah SWT berfirman,


إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3


”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3). 


  1. Kemudahan Beribadah karena Surga Dibuka, Neraka Ditutup, dan Setan Dibelenggu


Rasulullah SAW bersabda,


إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ


”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Menurut Al Qodhi ‘Iyadh, berdasarkan hadis di atas, pintu surga dibuka karena Allah memberi kemudahan kepada hamba-Nya untuk melakukan ibadah di bulan Ramadhan. Jika dibandingkan dengan bulan yang lain, orang-orang akan lebih taat beribadah saat Ramadhan tiba.


Ketaatan tersebut ditambah dengan pintu neraka yang ditutup dan setan yang dibelenggu. Dengan demikian, manusia juga akan lebih mudah menjauhi maksiat.


  1. Puasa di Bulan Ramadhan Merupakan Bagian dari Rukun Islam


 عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ


Dari Abdullah bin Umar RA, dia berkata: ”Rasulullah SAW bersabda: ”Islam itu dibangun di atas lima dasar: persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah subhanahu wa ta’ala dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah) dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).


Puasa merupakan rukun islam yang ketiga. Dengan menjalankan puasa, maka umat islam berhasil menegakkan salah satu bagian rukun islam.


Keutamaan Ibadah Puasa


Melaksanakan puasa adalah perintah wajib yang yang harus dipenuhi selama bulan Ramadhan. Jika Ramadhan memiliki keutamaan, maka puasa juga memiliki keutamaannya sendiri.


  1. Puasa Adalah Cara untuk Meraih Takwa


Takwa saat berpuasa yaitu menjauhi larangan makan, minum, melakukan hubungan suami istri, dan nafsu lainnya padahal sangat ingin melakukannya. Dengan meninggalkan hal-hal yang dilarang tersebut, maka kedekatan seorang hamba dan Allah akan bertambah.


Puasa juga mengekang jalannya setan di dalam aliran darah. Saat berpuasa, saluran darah tempat setan berada menjadi semakin sempit. Kemaksiatan pun akan semakin berkurang.


  1. Puasa Memberikan Syafaat bagi yang Menjalankannya


Dari ‘Abdullah bin ‘Amr RA, Rasulullah SAW bersabda,


الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ


”Puasa dan Al Qur’an itu akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Puasa akan berkata, ’Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafa’at kepadanya’. Dan Al Qur’an pula berkata, ’Aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafa’at kepadanya.’ Beliau bersabda, ’Maka syafa’at keduanya diperkenankan.’” (HR. Ahmad, Shahih At-Targhib: 1429)


Terdapat dua pendapat mengenai makna puasa Ramadhan dapat memberi syafaat. Pendapat pertama mengartikannya secara hakiki, yaitu puasa akan memberi syafaat kelak. pendapat kedua menyebutkannya sebagai kiasan bahwa syafaat tersebut akan diwakili malaikat atas nama Al Quran.


  1. Puasa Adalah Alat untuk Menahan Syahwat


Dari Ibnu Mas’ud RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,


يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ


“Wahai para pemuda[6], barang siapa yang memiliki baa-ah[7], maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.”[8]


Menurut Imam Nawawi, puasa dapat menahan syahwat orang yang belum menikah. Selain itu, puasa juga mengekang kejelekan mani seperti pada orang yang dikebiri.


  1. Orang yang Berpuasa akan Diampuni Dosanya


Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


”Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)


An-Nawawi menjelaskan lebih rinci, bahwa para ulama berpendapat dosa yang diampuni karena puasa adalah dosa kecil, bukan dosa besar. Sementara itu, menurut Fath Al-Bari, pengertian iman pada hadis di atas adalah yakin bahwa puasa hukumnya wajib.


Kemudian, mengharap pahala berarti rasa ingin mendapat pahala dari Allah. Maka dari itu, puasa harus dilakukan dengan sepenuh iman dan pengharapan agar dosa bisa diampuni.


Semoga di bulan puasa 2021 ini Anda bisa meningkatkan kualitas serta kuantitas ibadah dan amalan. Dengan begitu, Anda dapat merasakan keutamaan bulan Ramadhan secara nyata. Aamiin!




Posting Komentar untuk "Hebatnya 9 Keutamaan Bulan Ramadhan dan Ibadah Puasa"