close
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Hikmah Puasa Di Bulan Suci Ramadhan

 


    Bulan Ramadhan menjadi bulan yang sangat spesial, bulan yang selalu dinanti kehadirannya. Pada bulan ini seluruh umat muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah wajib berpuasa. Puasa di Bulan Ramadhan memiliki keutamaannya tersendiri. Lantas, apa saja hikmah puasa di Bulan penuh berkah ini?


    Puasa merupakan ibadah wajib yang dilakukan sepanjang Bulan Ramadhan. Puasa merupakan ibadah yang memiliki keutamaan sangat besar. Menjalani ibadah puasa dapat melatih kita untuk bisa menahan hawa nafsu, meningkatkan kesehatan, dan lain sebagainya.


Perintah Diwajibkannya Berpuasa Saat Ramadhan


    Dengan menjalankan ibadah puasa, akan ada banyak keutamaan dan hikmah yang dapat diperoleh. Namun, sebelum melangkah lebih jauh pada hikmah puasa di Bulan Ramadhan, mari simak dahulu perintah diwajibkannya berpuasa di Bulan penuh berkah ini.


    Jika diartikan ke dalam Bahasa Arab, puasa disebut dengan shaum. Jika diartikan secara bahasa, kata shaum ini memiliki arti ‘imsak’ atau ‘menahan diri’. Menahan diri di sini artinya kita diperintahkan untuk menahan diri dari makan, minum, menikah, berbicara, dan berjalan.


  Sedangkan jika diartikan secara istilah, kata shaum berarti menahan diri dari semua hal yang dapat membatalkan puasa dengan tata cara atau aturan khusus. Berpuasa di Bulan Ramadhan adalah suatu hal yang wajib.


    Hal ini didasarkan pada dalil yang terdapat dalam Al-Quran dan As-sunnah, bahkan ijma’ ulama. Berikut salah satu dalil Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 183.


Allah Ta’ala berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah : 183)


Kewajiban berpuasa Bulan Ramadhan juga terdapat dalam hadis berikut:


بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ


“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya; menegakkan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji; dan berpuasa di bulan Ramadhan.”


Hikmah Puasa Ramadhan


Adapun hikmah berpuasa diantaranya:


  1. Meninggalkan Kesenangan Dunia yang Sementara


Saat Bulan Ramadhan, seluruh muslim di penjuru dunia ini diperintahkan untuk meninggalkan syahwat; makan dan minum. Allah Ta’ala berfirman:

يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى

 

“Dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku”.

 

Pertama, puasa sebagai pengendali jiwa. Rasa kenyang setelah makan dan minum, rasa puas setelah berhubungan suami-isri, biasanya dapat membuat seseorang menjadi kufur nikmat dan berat dalam melaksanakan ibadah. Dengan berpuasa, maka itu semua dapat dikendalikan.

 

Kedua, hati akan disibukkan dengan mengingat Allah dan memikirkan hal-hal baik. Jika disibukkan dengan kesenangan duniawi yang sementara, manusia akan cenderung melalaikan kewajibannya dari mengingat Allah. 

 

Dengan tidak disibukkan dengan hal-hal duniawi, dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, maka hati pun akan terasa lebih tenang, dan bercahaya. Bulan Ramadhan ini dijadikan sebagai masa untuk merenung serta memperbanyak zikir kepada Allah.

 

Ketiga, sebagai pengingat untuk senantiasa bersyukur. Menahan diri dari kesenangan duniawi dapat menyadarkan diri akan segala nikmat yang telah Allah beri keadaanya. atas hal inilah, orang-orang kaya menjadi gemar berbagi kepada yang kurang mampu.

 

Keempat, puasa dapat menekan syahwat. Puasa dapat menekan emosi negatif, amarah, dan syahwat. sehingga Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menjadikan puasa sebagai obat untuk menekan syahwat bagi mereka yang ingin menikah tapi belum kesampaian.

 

  1. Merasakan Penderitaan Orang Miskin dan Saling Berkasih Sayang

 

Saat berpuasa, kita diwajibkan untuk menahan makan dan minum. Menahan rasa lapar dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Inilah yang dirasakan oleh orang-orang fakir, miskin, dan berkekurangan.

 

Hal ini bisa menyadarkan kita akan penderitaan yang mereka rasakan. Sehingga, hati kita bisa menjadi lebih lembut dan terdorong untuk berbuat baik kepada mereka. Sehingga Allah akan melimpahkan balasan dengan kebaikan yang berlipat.

 

Dalam Islam, bersedekah di Bulan Ramadhan memiliki keutamaannya tersendiri. Memperbanyak sedekah di Bulan Ramadhan merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

 

  1. Meningkatkan Ketakwaan

 

Pertama, dengan menjalankan ibadah puasa, maka seseorang akan terdorong hatinya untuk meninggalkan hal-hal yang Allah larang. Segala hal yang ditahan untuk dilakukan menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meraih ridha-Nya.

 

Kedua, seseorang yang sedang menjalankan ibada puasa sebenarnya masih bisa melakukan kesenangan-kesenangan duniawi. Namun, orang yang bertakwa tentu akan menjauhi dan menekan hal tersebut karena sadar ada Allah yang selalu mengawasi.

 

Ketiga, seseorang yang sedang berpuasa akan lebih bersemangat melakukan amalan-amalan saleh. Amalan-amalan ketaatan dapat membuka jalan untuk menggapai ketakwaan. Hal ini menjadi salah satu bentuk takwa dalam berpuasa.

 

  1. Titik Awal Memperbaiki Diri

 

Dalam menjalani ibada puasa, kita didorong untuk menghindari hal-hal yang Allah larang. Meninggalkan segala perbuatan maksiat dan perbuatan sia-sia lainnya. agar puasa yang dijalankan tidak hanya mendapat lapar dan haus saja. Seperti hadits di bawah ini:

 

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.”


Berpuasa hanya akan menjadi hal yang sia-sia jika tidak diikuti degan usaha untuk meninggalkan segala macam bentuk maksiat. Seharusnya, ketika berpuasa, setiap orang dapat menahan lisannya dari hal-hal yang tidak baik, seperti bergunjing, dusta, dan bentuk maksiat yang lain.


Hal ini terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:


“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.”


Ketika sedang menjalankan ibadah puasa, terlebih di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, hendaknya kita lebih bisa menahan lisan, pendengaran, penglihatan, dan hati dari hal-hal yang haram. Jangan sampai puasa ini sama saja seperti hari-hari biasanya.


Karena sejelek-jeleknya ibadah puasa adalah puasa yang hanya menahan lapar dan haus saja, sedangkan perbuatan yang haram juga masih tetap berjalan. Hendaknya setiap muslim berusaha untuk menahan dirinya dari segala macam perbuatan maksiat dan sia-sia.


Maka, seharusnya, Bulan Ramadhan ini dijadikan sebagai ajang untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan baru yang lebih baik. Karena Bulan Ramadhan layaknya sebuah madrasah yang melatih dan menempa diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


Dari yang semula masih malas-malasan untuk mendirikan shalat 5 waktu, maka setelah Ramadhan bisa mengerjakannya secara rutin dan tepat waktu. Bagi wanita yang belum menjalankan kewajibannya untuk berhijab, dapat mempercantik dirinya dengan balutan hijab yang sempurna.


Diharapkan, ibadah-ibadah yang rutin dijalankan pada bulan suci Ramadhan, seperti sholat berjamaah, bersedekah, shalat malam, dan ibadah sunnah lainnya menjadi ibadah yang terus dilakukan di luar Bulan Ramadhan. Jangan sampai ibadah tersebut hanya dijadikan sebagai ibadah musiman saja.


Bulan Ramadhan 2021 ini menjadi Ramadhan yang spesial. Banyak keterbatasan yang kita rasakan di bulan ini karena bertepatan juga dengan musim pandemi yang belum usai. Semoga hal ini tidak menyurutkan semangat untuk memperbanyak ibadah di bulan yang penuh berkah ini.


Bulan Ramadhan 2021 ini menjadi Ramadhan yang spesial. Banyak keterbatasan yang dirasakan di bulan ini karena bertepatan juga dengan musim pandemi yang belum usai. Semoga hal ini tidak menyurutkan semangat untuk memperbanyak ibadah di bulan yang penuh berkah ini.


Tidak jarang, di sekitar kita ada beberapa orang yang masih bertemu dengan Bulan Ramadhan tapi dengan kondisi yang tidak sebaik Bulan Ramadhan lalu. Atau ada anggota keluarganya yang di tahun ini tidak bisa ikut kumpul dalam hangatnya Bulan Ramadhan.


Belum tentu pada tahun-tahun selanjutnya masih diberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan yang mulia ini. Maka, jadikanlah Bulan Ramadhan ini sebagai ajang untuk berlomba menambah amalan-amalan ketaatan untuk meraih ridha-Nya.


Bahkan para salaf berdoa selama 6 bulan kepada Allah agar bisa dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya. Dan 6 bulan setelahnya, mereka berdoa agar amalan-amalan selama Ramadhan kemarin dapat Allah terima.


Posting Komentar untuk "4 Hikmah Puasa Di Bulan Suci Ramadhan"