close
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Diabaikan! Jenis-Jenis Gangguan Jiwa ini Harus Ditangani

 




Selain kesehatan badan, Anda juga harus memperhatikan kesehatan jiwa. Sebab, keduanya saling mendukung satu sama lain. Jiwa atau mental yang sehat akan membuat tubuh Anda menjalani hidup dengan tenang. Sebaliknya, saat mental sedang terganggu, Anda akan merasa tertekan.


Apa Itu Gangguan Jiwa?


Secara singkat, gangguan jiwa atau gangguan mental bisa diartikan sebagai masalah kesehatan yang mengubah cara berpikir, berinteraksi, dan berperilaku seseorang. Perubahan ini terjadi secara signifikan, sehingga akan menghambat aktivitas.


Apalagi, di masa pandemi ini ruang gerak manusia serba terbatas. Hal tersebut ternyata menyebabkan kasus gangguan mental bertambah. Menurut data Kemenkes, sampai dengan bulan Juni 2020 Indonesia memiliki 277 ribu kasus kesehatan mental. Jumlah tersebut meningkat dari 197 ribu di tahun 2019.


Apa Saja Jenis Gangguan Jiwa?


Ada berbagai macam gangguan jiwa yang sering terjadi di masyarakat. Masing-masing jenisnya memiliki gejala yang berbeda.


1. Gangguan Kecemasan

Gangguan jenis ini menyebabkan penderitanya kerap merasa gelisah dan cemas. Ditambah lagi, penderita tidak bisa mengontrol perasaan tersebut. Gangguan kecemasan dibagi menjadi empat, yaitu kecemasan umum, kecemasan sosial, panik, dan fobia,


Beberapa gejala yang ditimbulkan gangguan kejiwaan ini yaitu jantung berdetak lebih cepat, berkeringat, sulit berkonsentrasi, pusing, susah tidur, dan sering dihinggapi perasaan khawatir atau cemas sampai bisa mengganggu aktivitas.


2. Gangguan Kepribadian

Gangguan kepribadian mengacu pada pemikiran, perilaku, dan perasaan seseorang yang berbeda dari orang lain secara umum. Gangguan ini juga terbagi menjadi beberapa, yaitu:


  1. Tipe eksentrik, contohnya paranoid, skizotipal, skizoid, dan antisosial.

  2. Tipe emosional atau dramatis, contohnya narsistik, ambang (borderline), dan historik.

  3. Tipe takut dan cemas, contohnya obsesif kompulsif, ketergantungan, dan menghindar.


3. Gangguan Psikotik

Pengidap gangguan psikotik akan berhalusinasi, percaya pada hal-hal yang tidak ada, melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu padahal sebenarnya tidak terjadi.


Anda mungkin pernah mendengar penyakit skizofrenia. Penyakit yang menyebabkan adanya persepsi tidak normal tersebut termasuk ke dalam gangguan psikotik.


4. Gangguan Suasana Hati

Perubahan mood sangat lumrah terjadi. Namun, jika perubahan tersebut terjadi sewaktu-waktu, secara ekstrem, dan dalam jangka waktu yang sangat cepat, maka hal tersebut bisa dikatakan sebagai gangguan suasana hati.


Misalnya, perasaan seseorang tadinya biasa saja, tetapi tiba-tiba dia bahagia, lalu beberapa waktu kemudian menjadi sangat sedih. Gangguan mental ini terdiri dari bipolar, depresi, dan gangguan siklotimik.


5. Gangguan Makan

Gangguan makan ditandai dengan perilaku makan yang terganggu. Tak jarang gangguan ini menyebabkan gangguan gizi pada penderitanya, baik itu kurang gizi atau obesitas. Pengelompokan gangguan makan dapat dibedakan menjadi:


  1. Anoreksia nervosa, yaitu perasaan takut gemuk, tidak puas terhadap tubuh sendiri, dan memiliki pemikiran yang salah mengenai berat badan, sehingga penderita sangat membatasi makan.


  1. Bulimia nervosa, yaitu pengidap akan makan secara berlebihan, tetapi setelah itu menyesal. Penyesalan tersebut dilakukan dengan usaha untuk mengeluarkan makanan dari dalam perut, baik melalui muntah atau buang air besar menggunakan obat pencahar.


  1. Binge-eating disorder, yaitu gangguan makan yang menyebabkan penderitanya sulit untuk menahan keinginan untuk makan, sehingga ia makan secara berlebihan.


6. Gangguan Pengendalian Impuls dan Kecanduan

Gangguan pengendalian impuls ditandai tidak bisa mengontrol keinginan untuk melakukan sesuatu yang berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. Contohnya yaitu pyromania (menyulut api), kleptomania (mencuri), dan berjudi.


Sementara itu, kecanduan bisa berupa penyalahgunaan narkoba atau alkohol, kecanduan berbelanja, seks, dan masturbasi.


7. Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

Gejala seseorang yang mengidap OCD adalah terobsesi pada sesuatu, sehingga menyebabkannya melakukan aktivitas secara berulang.


Misalnya seseorang terobsesi pada angka 4. Maka jika ia mengetuk pintu, ia akan melakukannya sebanyak 4 kali, dan sebagainya. Jika tidak, akan ada rasa khawatir dan risih berlebihan.


8. Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)

PTSD terjadi karena seseorang trauma akan sesuatu yang menimpanya, seperti orang terdekat meninggal, kekerasan fisik atau seksual, dan bencana alam. Penderita biasanya akan selalu mengingat kejadian tersebut.


Semua jenis gangguan jiwa harus segera ditangani. Jika tidak, maka akan menyebabkan dampak yang lebih serius bagi pengidap maupun orang lain di sekitarnya. Jangan ragu untuk mengunjungi psikiater atau psikolog jika orang yang Anda kenal atau diri Anda sendiri merasakan gejalanya.


Posting Komentar untuk "Jangan Diabaikan! Jenis-Jenis Gangguan Jiwa ini Harus Ditangani"